PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menegaskan posisinya sebagai pusat wacana intelektual global dengan sukses menyelenggarakan International Guest Lecture bertajuk “Islam and The Future of Civilization” pada Senin, 2 Juni 2025. Acara yang berlangsung khidmat di Ruang Hybrid Learning, Gedung Laboratorium Terpadu, ini menjadi ajang strategis untuk membedah peran sentral Islam dalam menghadapi tantangan zaman serta kontribusinya dalam membentuk peradaban masa depan yang lebih adil dan harmonis. Di tengah kompleksitas isu global modern, mulai dari krisis iklim hingga ketidaksetaraan sosial, kuliah tamu ini menawarkan sebuah platform untuk menggali kembali prinsip-prinsip fundamental Islam sebagai sumber solusi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) bersama Jusuf Kalla School of Government ini berhasil menarik perhatian sivitas akademika untuk terlibat dalam dialog yang mendalam dan relevan.
Panggung utama diskusi diisi oleh seorang akademisi ternama dari Maroko, Prof. Dr. Ahmad Mariam, yang kehadirannya memberikan bobot signifikan pada acara ini. Dengan rekam jejaknya sebagai Dosen Senior di Universitas Ibn Tofail, Presiden Asosiasi Persaudaraan Maroko-Indonesia, serta Kepala Pusat Penelitian dan Studi Independen, Prof. Mariam menyajikan analisis yang komprehensif dan multidimensional. Dalam pemaparannya, beliau mengelaborasi bagaimana konsep-konsep inti dalam Islam seperti keadilan (‘adl), kemaslahatan universal (rahmatan lil ‘alamin), dan tradisi keilmuan (‘ilm) bukan hanya relevan, tetapi juga esensial sebagai fondasi untuk membangun peradaban masa depan yang berkelanjutan. Beliau menekankan bahwa masa depan peradaban tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada kekuatan kerangka moral dan etika, di mana Islam menawarkan warisan intelektual dan spiritual yang kaya untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Dukungan penuh dari pimpinan universitas terlihat jelas dengan kehadiran Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, yang memberikan sambutan pembuka. Dalam pidatonya, Rektor menegaskan komitmen UMP untuk terus menjadi inkubator bagi pemikiran-pemikiran progresif serta membekali mahasiswanya dengan wawasan global. Signifikansi acara ini juga tercermin dari kebijakan universitas yang mewajibkan kehadiran bagi seluruh mahasiswa dari program Pascasarjana, Pendidikan Bahasa Arab, Studi Islam, dan Ma’had Imam Malik. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa para mahasiswa yang mendalami bidang-bidang studi relevan dapat menyerap secara langsung gagasan-gagasan mutakhir dan membangun perspektif kritis mengenai peran keilmuan mereka dalam konteks peradaban dunia.
Pada akhirnya, Kuliah Tamu Internasional ini lebih dari sekadar acara seremonial. Kegiatan ini berhasil memantik percakapan intelektual yang hidup, mendorong para peserta untuk merefleksikan kembali posisi dan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari komunitas Muslim global. Diskusi yang berkembang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga menyentuh aspek-aspek praktis tentang bagaimana nilai-nilai Islam dapat diimplementasikan dalam berbagai sektor, mulai dari diplomasi, ekonomi, hingga pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, UMP telah berhasil menciptakan sebuah momentum penting, memperkuat jejaring akademik internasionalnya, dan yang terpenting, menanamkan benih pemikiran kepada para mahasiswanya untuk menjadi agen perubahan yang akan turut serta membentuk masa depan peradaban.

